Selain resah pada keramaian, aku juga resah dengan "kedekatan". Semakin aku merasa dekat dengan seseorang maka akan semakin besar pula potensi kami untuk saling membuat calar. Entah mengapa ini benar-benar harus terjadi kepada ku, sudah 4 orang dalam perjalanan hidup ini yang menjadikan ku layaknya kapal ditengah lautan bergelombang besar. Mengombang-ambingkan kekiri dan kekanan bahkan jika aku tak seimbang, berpotensi besar aku ditenggelamkan pada lautan antabratah. Semakin ku jauh ketengah semakin garang gelombang, ketika lelah aku ditinggalkan, ditengah lautan sendiri menunggu sepotong kayu lewat atau malaikat Tuhan akan menjemput.
Pernah dengar istilah "hanya dua pohon yang berdekatan yang berpotensi saling memberi gesekan" ? Istilah untuk orang-orang yang bertengkar adalah orang-orang yang memiliki kedekatan. Bukan mereka yang berjauhan tak pernah berinteraksi apa lagi berbagi senyum, konon dipandang wajar saja karna aku dan dia dekat, dan dari karna itu kami berpotensi untuk saling bertengkar dan bahkan memberi luka.
Ini terjadi kepadaku, kedekatan-kedekatan itu membuat aku yang lain lelah karna energi-energi positif yang seharusnya tinggal didalam tubuh malah menghilang, lari ketakutan karna akan ada banyak tenaga yang dikeluarkan untuk menghadapi hubungan ini. Ricuh pada diri sendiri sudah pasti terjadi lalu aku dan aku yang lain tidak akur dan ujung-ujungnya ini ku bawa ke pikiran, sampai dipikiran aku jadi kepikiran. Setelah kepikiran aku mulai tak sehat sampai-sampai untuk mengerjakan ujian pun aku tak mampu, menyedihkan.
Kedekatan-kedekatan itu membuat aku seolah terikat, erat. Akan ada waktu-waktu istimewa bagi kami untuk melakukan hal-hal yang kami senangi. Beberapa diantaranya membuat aku muak karna merugikan ku dari satu sisi. Walaupun satu, itu jadi kebiasaan dan dari kebiasaan itu dia merasa nyaman, berfikir bahwa aku tidak apa-apa. Dibutuhkan waktu yang tepat untuk berbicara dengannya, dengan itu aku akan dapat mengutarakannya.
Benar juga memang hubungan tanpa masalah bagai lautan tanpa gelombang, kesempurnaan semesta yang diciptakan Tuhan. Gelombang memang harus ada dan masalah benar-benar harus ada setidaknya untuk mendewasakan kita yang minim tempa-an dan baru berhadapan dengan pergaulan baru untuk beradaptasi. Dari sana dapat kita pelajari hakikat seseorang untuk menjadi orang, yang kerap merugikan orang lain juga.
Dari masalalu membuat aku lebih hati-hati dengan semua orang, aku trauma mungkin karna itu. Kulihat semua orang sama, bila berdekatan sama-sama besar potensinya memberi calar. Aku sedikit mengerti cara menyikapi orangnya, tapi tidak dengan calarnya, ini tak semudah pohon-pohon mengugurkan daun-daunnya yang sudah tua. Ini berat, calar memberi arti, calar memberi bukti bahwa orang-orang dekat lebih besar potensinya untuk memberi luka karna untuk memberi kesenangan sudah biasa dan orang pasti terbiasa untuk itu. Tapi untuk gelombang adalah pasti bagi setiap hubungan.
Dari masalalu membuat aku lebih hati-hati dengan semua orang, aku trauma mungkin karna itu. Kulihat semua orang sama, bila berdekatan sama-sama besar potensinya memberi calar. Aku sedikit mengerti cara menyikapi orangnya, tapi tidak dengan calarnya, ini tak semudah pohon-pohon mengugurkan daun-daunnya yang sudah tua. Ini berat, calar memberi arti, calar memberi bukti bahwa orang-orang dekat lebih besar potensinya untuk memberi luka karna untuk memberi kesenangan sudah biasa dan orang pasti terbiasa untuk itu. Tapi untuk gelombang adalah pasti bagi setiap hubungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar