Senin, 24 April 2017

seseorang berikan aku sesuatu ...

Saat beberapa harapan enggan singgah kepadaku, saat dimana juga aku harus berusaha mencari titik lemah daripada diriku sendiri. hal yang membuat ku tak berdaya ketika menghadapi tantangan telah berhasilku temukan, mangkir dari pertanyaan bukan solusi yang tepat, lari dari kenyataan malah akan memperburuk keadaan.

aku sudah hampir terbiasa dengan luka dan sayatan, hal ini ku manfaatkan untuk membuatku bertahan dari rasa kekalahan dan hal yang memalukan. ini memang berhasil dalam penempatannya, tapi aku sudah terlalu sering mendapatkan kegagalan, hingga aku harus memutuskan untuk rehat sejenak dan meninggalkan segala rencana yang telah ku buat. yaa, hitung-hitung untuk membuat ku kembali pulih dari keadaan yang semakin mencekam. 

dalam 2 minggu terakhir aku berhasil mendapatkan 2 kegagalan yang tak disangka hingga harus memaksa pikirankku ini menyingkir sejenak dari hiruk pikuk dunia perkampusan bahkan organisasi. tenang ini hanya sejenak saja, nanti gairahku akan bangkit juga karna utang dan dendam yang menumpuk haruslah dilunasi.

sebenarnya kegagalanlah membuatku berfikir bahwa aku adalah orang yang paling tidak beruntung dalam pendalaman suatu ilmu tertentu. aku memang mengerti bagaimana cara memainkannya, tapi aku tak mengerti cara untuk mendapatkan harmoni yang indah dari hasil pembelajaran ilmu itu. karna aku terlalu banyak membuat fokus dalam hidupku. aku tau ini salah, tapi aku tetap melakukannya.

aku butuh obat untuk mengobati yang terluka, rasa sakit akan hilang ketika  aku berhasil menemukan solusinya. tapi apa yang harus aku lakukan ? obat apa yang pantas untuk kegagalan ini ?

dan hal yang membuatku semakin mencekam adalah ketika semakin banyak yang kukejar, malah semakin menambah panjang daftar kegagalan ku dalam hidup ini. aku bukan menyerah bukan juga mengeluh, aku hanya ingin memberitahu bahwa aku terlalu sering mendapatkan kegagalan.

Jika di izinkan oleh-Nya aku ingin merasakan bagaimana rasanya mengalami suatu kemenangan besar.

Minggu, 16 April 2017

Melangkahlah!

Langkah demi langkah haruslah direalisasikan, tujuan demi tujuan harus lah kau pilih yang mana lebih prioritas. Ingat saat dimana kau baru ingin memulai, dan ingat saat dimana perjuanganmu untuk sampai ke tempat ini. Lihatlah kebawah betapa jauh perjalanan yang kau tempu, dan lihat lah keatas bahwa sesungguhnya kau memiliki tujuan dan pengharapan. Jangan berhenti karna hal yang membuatmu tak bekembang tapi berhentilah karna kau telah berhasil mendapatkan tujuanmu. -Jon H. Tambunan

Sabtu, 15 April 2017

Hanya pengharapan!

Ikan tak dapat kau gapai, air tak dapat kau bawa pulang, apalagi batu di dalam kolam ikan ini. besar-besar macam cerita bual aku dan kau waktu itu didaratan yang sama.

waktu itu aku pikir ini sungai, rupanya genangan air tawar yang luas membentang. hehhh, mau kolam ka atau sungai ka sama saja isi di dalamnya yang berbeda kolam tidak mengalir sedangkan sungai mengalir. #Muehehehe.

sebenarnya mau aku bermain lebih lama di kolammu ini tapi sayang senja sudah kunjung datang & air kolam sudah mulai disurutkan pertanda bahwa pemiliknya mengusirku dengan halus. Huftttt, sudah seharusnya kaki dan pikiran ini bergegas dari kolam ikan ini. dan pergi mencari kolam-kolam atau sungai-sungai lain untuk di beri kenikmatan bau badanku.


Jika diizinkan oleh-Nya kelak aku mau melihat saat dia membantah bahwa 1 + 1 bukanlah 2 tapi 1 + 1 = 3. dan merencanakan pertemuan kami didaratan yang sama. 

 

Foto itu ini sedikit kaitannya dengan tulisan  yang disajikan tapi kaitannya dengan seseorang yang berada tak jauh dari daearah dimana kami berpijak saat itu. -Jon H. Tambunan


-sebuah kisah & pengharapan yang bisa dianggap menuju kegagalan sebelum kami lebih lelah lagi menggapai salah satu pantai di daerah jogja.-

Uang.

  Kita pasti berfikir sama untuk ini,. Dan menjadi lebih penting ketika kita sadar satu sama lain disetiap sudut kota dan desa, rela mengha...