Muak juga membicarakan suatu hal berulang-ulang, apalagi menceritakan kesuksesan diri sendiri.
Niatnya mau memotivasi, tapi apa daya, setelah melewati beberapa hari atau beberapa pekan terhitung sejak berbicara tentang diri sendiri banyak kejadian yang berhubungan dengan apa yang di bicarakan. Dan saya pikir itu merupakan suatu masalah besar! Kadang-kadang hampir menjilat ludah sendiri, kadang-kadang dibuat malu berdiri. Ini yang aku tidak suka, pola ini terlalu kejam, padahal saya hanya ingin menggunakan mulut saya untuk menceritakan pengalaman saya. Lebih kejamnya lagi ketika saya tidak bisa berbuat apa-apa pada orang yang sedang meraba ke daratan(tenggelam), jangankan untuk berteriak minta tolong, selamat dari keadaan pun tidak bisa bagi orang tersebut.
Ini mimpi buruk, mulai berfikir ini adalah pertanda berhenti berbicara berlebih, atau berhenti menasehati orang lain karna diri sendiri belum genah.
Lantas dengan pola yang seperti ini, bisa apa saya sebagai manusia? Menyelamatkannya? Apakah perlu menemukan pola baru lagi? Serta bereksperimen dengan kehidupan lagi untuk sebuah jawaban? Lelah aku menerjemahkan semua ini. Tapi apa daya, saya sudah telanjur, terlanjur hidup, sayang tidak di jalani bukan?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Uang.
Kita pasti berfikir sama untuk ini,. Dan menjadi lebih penting ketika kita sadar satu sama lain disetiap sudut kota dan desa, rela mengha...
-
Langkah demi langkah haruslah direalisasikan, tujuan demi tujuan harus lah kau pilih yang mana lebih prioritas. Ingat saat dimana kau bar...
-
Selain resah pada keramaian, aku juga resah dengan "kedekatan". Semakin aku merasa dekat dengan seseorang maka akan semakin bes...
-
Kita pasti berfikir sama untuk ini,. Dan menjadi lebih penting ketika kita sadar satu sama lain disetiap sudut kota dan desa, rela mengha...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar